0

Pemandangan Savana Di Baluran

 

Taman Nasional Baluran Jawa Timur – ┬ásebagai salah satu kawasan konservasi yang didalamnya memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem memiliki beragam manfaat baik manfaat bersifat tangible (dalam pemanfaatan skala terbatas) maupun manfaat yang bersifat intangible, berupa produk jasa lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam. Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama, sehingga diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

5

Wisma Rusia Di Taman Nasional Baluran

 

Taman Nasional Baluran memiliki beberapa obyek dan daya tarik wisata alam yang cukup beragam, terdiri dari kombinasi berbagai bentang alam mulai dari ekosistem laut hingga pegunungan, savana, dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan. Beberapa daerah di Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Adapun wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Baluran meliputi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Dari berbagai obyek wisata yang ada di Taman Nasional Baluran sebagian telah dikembangkan menjadi produk wisata, antara lain Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang, Savana Bekol, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.

PINTU GERBANG TNB

Sebelum memasuki TNB, Anda harus membayar retribusi di pos jaga, Rp 5 ribu rupiah per orang dan mobil Rp 10 ribu/hari (2015). Dari pintu utama TNB , kita masih harus menempuh perjalanan 12 kilometer untuk mencapai padang savana Bekol.

6

Pintu Gerbang Taman Nasional Baluran

 

Memasuki TNB, pengunjung akan disambut pemandangan hutan musim yang lebat sepanjang sekitar 5 km. Pada musim kemarau hutan ini selalu kering, terlihat kecoklatan dan rawan terjadi kebakaran.

7

Hutan Evergreen Di Taman Nasional Baluran

 

Berikutnya sekitar km ke 6 hingga 9 pengunjung disuguhi pemandangan hutan yang senantiasa tampak hijau sepanjang tahun. Inilah hutan sepanjang tahun atau yang lebih populer dengan istilah Evergreen. Hutan evergreen selalu hijau dan tak pernah kering karena berada di wilayah cekungan dimana terdapat sungai bawah tanah. Berada di evergreen serasa kita sedang melewati terowongan hijau. Popohonan tampak rapat dan daunnya tumbuh lebat menaungi jalanan.

Setelah itu, tibalah kita di kawasan padang savana luas nan indah. Inilah Bekol.

PADANG SAVANA BEKOL

Di Bekol pengunjung akan melihat hamparan padang savana, hutan dan Gunung Baluran. Tampak beberapa pohon besar tumbuh di tengah padang rumput. Savana Bekol sendiri memiliki luas sekitar 300 Ha dari total 10 ribu Ha luas savanna di Baluran, yang sekaligus merupakan savana terluas di Pulau Jawa.

8

Padang Savana Bekol

 

Jika berkunjung pada musim penghujan, pemandangan Bekol akan terlihat berwarna hijau dan suasana sejuk. Namun saat musim kemarau, padang savana dan hutan akan kering merangas berwarna kecoklatan dan sering mengakibatkan kebakaran. Suasana seperti itu, ditambah adanya berbagai macam satwa liar, membuat savana Bekol mirip dengan pemandangan di gurun Afrika. dari sini kemudian muncul julukan Africa van Java bagi Baluran.

1

Savana Taman Nasional Baluran Dengan Latar Belakang Gunung Baluran

 

Di Savana Bekol sesekali Anda akan menjumpai kawanan rusa liar yang melintasi jalan seakan tidak peduli dengan orang berada di sekitarnya. Rusa-rusa itu bergerak secara gerombolan, dan saling menunggu satu sama lain. Selain rusa, Anda juga dapat menjumpai monyet liar, banteng, hingga burung merak. Populasi banteng di Baluran hanya menyisakan belasan ekor. Biasanya mereka muncul pada musim panas untuk mencari makan rumput.

3

Sekawanan Rusa Di wilayah Taman Nasional Baluran

Di sini juga terdapat menara pandang setinggi 30 meter yang letaknya di atas bukit tepat di belakang pos Bekol. Untuk mencapainya Anda harus menaki anak tangga beberapa ratus meter. Dari menara pandang ini Anda dapat melihat pemandangan indah Taman Nasional Baluran dari ketinggian. Di sebelah selatan ada Gunung Baluran yang dikelilingi hutan lebat, sedangkan di sebelah selatan tampak hamparan savana yang diakhiri dengan lautan luas yang merupakan selat Bali.

5

Menara di Atas Bukit Tepat di Belakang Pos Bekol

 

Taman Nasional Baluran yang luasnya 25 ribu hektare ini mempunyai beberapa jenis hutan, satwa, dan tumbuhan. Tidak salah jika Baluran disebut sebagai miniatur hutan Indonesia, sebab hampir seluruh tipe hutan ada di taman nasional ini. Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40% diantaranya merupakan vegetasi savana.

 

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, di antaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol, mimba, dan pilang. Di Baluran terdapat 26 jenis mamalia, diantaranya banteng, kerbau, ajag, kijang, rusa, macan tutul, dan kucing bakau. Sebanyak 155 burung juga menggantungkan hidup di hutan ini. Diantara satwa itu, Banteng (bos Javanicus) menjadi maskot taman nasional Baluran.

4

Sekelompok Monyet Di Taman Nasional Baluran